Sejarah

Perguruan Islam Anwarul Hidayah, yang lokasinya di Komplek Ciputri, Desa Alaswangi Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang Banten merupakan salah satu perguruan Islam yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama Kabupaten Pandeglang, diprakarsai oleh para  Ulama dan santri yang sarat dengan rasa tanggung jawab dan memegang teguh amanah untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Sebagai lembaga pendidikan yang berada di bawah langkah perjuangan Nahdlatul Ulama, maka dalam kelahirannya oleh para sesepuh pendiri dan masyarakat bersepakat untuk memberikan nama ANWARUL HIDAYAH FI NAHDLATUL ULAMA.

KH. Abd. Latif, selaku Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pandeglang pada saat itu adalah orang yang sangat berperan dalam kelahiran Anwarul Hidayah Nahdlatul Ulama (AHNU), yang di dampingi oleh beberapa kiyai lainya seperti KH. Junaedi Yasin (Alm), KH. Ihya Tegal (alm), K. Husen Cisaat (alm), KH. Sarnaka, K. Kaman (alm), KH. Mahmud (alm), K. Ahmad Dardir (alm), KH. Ebak (alm), KH. Ahmad Sarmani (alm), Ust. Ebi Suhaebi dan yang lainnya. Sedangkan yang menanamkan saham –wakaf tanah –, untuk lahan pembangunan gedungnya adalah KH. Yakut (alm) seluas 2.010 M2, KH. Abdurrahim(alm) seluas 1.057 M2, dan Kyai Jaman (alm) seluas 1.057 M2. Dan perencanaan pembangunannya di awali dengan penyerahan tanah wakaf pada tahun 1955, kemudian pelaksanaan kegiatan pendidikannya di mulai pada 6 Oktober 1957.

Berikut Ketua Umum Yayasan Anwarul Hidayah Nahdlatul Ulama :

  1. Almarhum KH. Abdul Latief,
  2. Almarhum KH. Mujib Abdul Latief
  3. Almarhum KH. Sarmani
  4. Almarhum KH. Hafidz Utsman pengurus Pusat PBNU Jakarta dan Ketua MUI Jawa Barat.
  5. Almarhum KH. Drs. Moh. Suhri Utsman, M.MPd pengurus PWNU, MUI dan BAZNAS Banten

 

Sekarang Ketua Umum Perguruan Islam Anwarul Hidayah adalah KH. DR. Endin A.J. Soefihara, M.MA, pengurus Pusat PBNU dan Cendikiawan Muslim pada MUI Pusat.